Masih timpangnya pertumbuhan ekonomi negara maju dibandingkan negara berkembang, membuat capital inflow tetap datang ke Indonesia sehingga neraca modal menjadi baik. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat dalam sepekan terakhir cadangan devisa Indonesia mencapai sebesar US$104,3 miliar per 25 Maret 2011, atau naik US$1 miliar dari minggu sebelumnya sebesar US$103,3 miliar.

Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono kepada wartawan Rabu, 30 Maret 2011, mengatakan, kenaikan tersebut karena ditunjang oleh faktor fundamental membaiknya neraca perdagangan.

“Cadangan devisa naik US$1 miliar, karena membaiknya neraca perdagangan ekpor migas dan neraca modal dari capital inflow,”

tandasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesai (SBI) mencapai 32,4% atau menjadi Rp74,5 triliun, sedangkan Surat Utang Negara (SUN) mencapai Rp209,9 triliun atau 30,3% dari dana SUN.

Sebelumnya Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, bahwa kesenjangan pertumbuhan perekonomian antara negara maju dengan negara ekonomi berkembang yang terus menguat, membuat aliran modal masuk (capital inflow) terus menyambangi Indonesia.